LOYAL, perlukah???
Seorang kawan pernah mengatakan kepada saya bahwa loyalitas pada pekerjaan itu adalah hanya untuk orang-orang bodoh, atau orang yang terpojok dan tidak punya pilihan lain, kata dia. Alasannya. Disaat kita masih dibutuhkan perusahaan, perusahaan tentu saja masih mempekerjakan kita, tapi ketika sudah tidak butuh, apa iya perusahaan loyal terhadap kita?? Jangan naif lah. Kita bekerja atas dasar saling menguntungkan saja katanya. Kalau ada yang lebih menguntungkan, ya ambil saja..
Apa benar sesederhana itu? Ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan pengambilan keputusan selain masalah benefit. Mungkin faktor lingkungan, faktor adaptasi lagi, dan banyak faktor yang lainnya.
Kalo kamu dihadapin dengan pilihan; terus di tempat semula atau menerima tawaran lain yang lebih baik tetapi kamu agak merasa agak“menghianati” karena tempat barumu itu adalah kompetitor dari kantormu sekarang. Gimana yah??
Jakarta, 2 february 2009
Agoes
Uncategorized |One Response to “LOYAL, perlukah???”
Leave a Reply
itu merupakan hak azasi setiap individu. Dalam suatu sistem kerja di suatu perusahaan terdapat hak dan kewajiban baik dari karyawan maupun perusahaan. Sistem akan berjalan dengan baik jika ada keseimbangan hak dan kewajiban diantara kedua belah pihak. Jika seseorang merasa “mengkhianati” krn dia berpindah ke perusahaan lain, itu lebih ke tanggung jawab moral ybs. Setiap orang berhak untuk memilih dan mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya. Dan hanya orang itulah yg tau yg terbaik dalam hidupnya. So, selama orang tersebut tidak merusak keseimbangan sistem sebelumnya….why not. Think smartly sebelum bertindak, and don’t ever regret for that. Reach your dreams. Just go aford !