LOYAL, perlukah???

February 2nd, 2009

Seorang kawan pernah mengatakan kepada saya bahwa loyalitas pada pekerjaan itu adalah hanya untuk orang-orang bodoh, atau orang yang terpojok dan tidak punya pilihan lain, kata dia. Alasannya. Disaat kita masih dibutuhkan perusahaan, perusahaan tentu saja masih mempekerjakan kita, tapi ketika sudah tidak butuh, apa iya perusahaan loyal terhadap kita?? Jangan naif lah. Kita bekerja atas dasar saling menguntungkan saja katanya. Kalau ada yang lebih menguntungkan, ya ambil saja..

Apa benar sesederhana itu? Ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan pengambilan keputusan selain masalah benefit. Mungkin faktor lingkungan, faktor adaptasi lagi, dan banyak faktor yang lainnya.

Kalo kamu dihadapin dengan pilihan; terus di tempat semula atau menerima tawaran lain yang lebih baik tetapi kamu agak merasa agak“menghianati” karena tempat barumu itu adalah kompetitor dari kantormu sekarang. Gimana yah??

Jakarta, 2 february 2009

Agoes