Comfort Zone
Sebenarnya Aku dah pernah nulis tentang yang satu ini (lihat in the right place) tapi kayaknya aku mau nulis tentang ini lagi deh, tau gak kenapa? Cos keknya aku udah mulai terperangkap dengan kata2x tadi “comfort Zone”.
Pernah gak teman2x ngalamin? Dikala kita sudah merasa nyaman dengan segala sesuatu yang terjadi saat ini, sehingga kita enggan bergerak, enggan bercita2x dan bermimpi, sudah habis mimipi2x ini terwujud. Sudah tidak tau lagi mau kemana. Untuk kembali bermimpi keberanian ku sudah menguap entah kemana. Terlalu berat rasanya meninggalkan zona aman ini.
Status-quo, mungkin ini yang sekarang ku rasakan. Berat sekali rasanya kaki meninggalkan zona ini. Benarkah rasa ini, apakah aku akan tertinggal bersama orang2x yang berpuas diri, ah entahlah. Mudah2x an aku cepat bertemu dengan mimpi2x baru. Yang bisa membuatku berpacu lagi, dan tidak menjadi orang yang berpuas diri . Amien…..
Jakarta 21 Okt 2008
Agoes
Uncategorized |6 Responses to “Comfort Zone”
Leave a Reply
“jgn membuat rencana2 kecil, mereka tdk mempunyai kekuatan ajaib u/ mengobarkan semangat. buatlah rencana2 yg besar, bermimpilah besar, meski kita jg harus berani membayar sejumlah harga u/ berjuang meraih impian itu.”
kl futur, nonton (lagi) aja laskar pelangi, bos
keep dreaming and posting. btw, nice header bos blog-nya
wah. makasih ya masukannya semua. moga aku cepet nemuin mimpi2x besar yg baru, n moga ini cuma bagian dari kejenuhanku aj. n thanks lg dh bro n sis
Rasanya manusiawi ko ca..kdg saat kt dah tbiasa ma keadaan yg dah serng kt hadapi,ma org2 yg rasax dah memahami kt..kt tkt u.branjak..apa nanti saat branjak kt mc nemuin hal2 yg seperti itu..tp ko kyax bukan caca bgt dh ny..ayo ca smangat bwt mulai mimpi2 yg bru..harus mw bmimpi biar ada yg dkejar.. :p itu yg salu km blg ke aku..:)
Makasih kasmaaa, akhirnya berhasil juga posting disini. hehehehe
It’s life..disaat sudah menggenggam sesuatu yg sdh “comfortable”, meski itu pembenaran dari diri sdr, sudah gak mau lagi menerima tantangan yg lain.
takut….takut…takut….., lebih banyak alasan yg menguatkan utk itu, dan sampai akhirnya “stagnan”.
“Live without a risk is unlived”
Alhamdulillah lu menyadarinya, dg menghadirkan tulisan ini. Its means lu gak mau begitu saja menerima “status quo” skrg ini. Lu masih berharap akan cepat bertemu dengan mimpi2 baru. It’s your next step ( maybe your big step? )