Comfort Zone
Sebenarnya Aku dah pernah nulis tentang yang satu ini (lihat in the right place) tapi kayaknya aku mau nulis tentang ini lagi deh, tau gak kenapa? Cos keknya aku udah mulai terperangkap dengan kata2x tadi “comfort Zone”.
Pernah gak teman2x ngalamin? Dikala kita sudah merasa nyaman dengan segala sesuatu yang terjadi saat ini, sehingga kita enggan bergerak, enggan bercita2x dan bermimpi, sudah habis mimipi2x ini terwujud. Sudah tidak tau lagi mau kemana. Untuk kembali bermimpi keberanian ku sudah menguap entah kemana. Terlalu berat rasanya meninggalkan zona aman ini.
Status-quo, mungkin ini yang sekarang ku rasakan. Berat sekali rasanya kaki meninggalkan zona ini. Benarkah rasa ini, apakah aku akan tertinggal bersama orang2x yang berpuas diri, ah entahlah. Mudah2x an aku cepat bertemu dengan mimpi2x baru. Yang bisa membuatku berpacu lagi, dan tidak menjadi orang yang berpuas diri . Amien…..
Jakarta 21 Okt 2008
Agoes
Uncategorized | Comments (6)Pencarian
Telah kucari dalam diri
Dimanakah engkau selama ini,
Bersembunyi dalam gelap yang pekat
Tak terlihat meski asa terus melekat.
Tidak disana
Tidak disini
Tidak dimana2x
Apakah engkau ada?
Apakah engkau masih disana.
Wahai yang tersembunyi
Tampakanlah dirimu,wujudmu, atau setidaknya bayang mu
Agar masih ada secercah harapan
Yang bisa ku jadikan petunjuk jalan
Jakarta 15 Oct 2008
Agus
Uncategorized | Comments (2)
NgeRep(iew) Laskar Pelangi
Sebenernya agak males juga sih nulis tentang ini, karena aku ngeliat udah ada ribuan x tulisan serupa yang nyoba ngupas ini film, yah Laskar Pelangi.
Cerita film ini bercerita tentang perjuangan sebuah sekolah yang terdiri dari 3 orang guru dan hanya tersisa sepuluh (+ ditambah 1 nantinya) murid, tanpa ada penambahan murid lagi. Hmmm…., hal kayak gini bukannya setiap hari berseliweran di berita TV kita yah?? (pada nggak ngeh kali). Di pinggiran jakarta juga ada.
Scene dibuka dengan adegan seorang anak (ikal) yang ragu2x untuk berangkat ke sekolah, bukan apa2x sepatu yang akan dipakainya adalah sepatu bekas dan sebenarnya sepatu itu untuk anak perempuan, warnanya pink pula, yaaaa salam. Lalu scene berpindah ke suasana kelas yang sedang dilanda kecemasan karena hingga siang hari kuota jumlah murid belum tercapai. Jika tidak tercapai maka sekolah itu harus ditutup. Begitulah, dengan agak dramatis akhirnya datanglah seorang anak yang menggenapi jumlah kuota murid menjadi sepuluh.
Dari sinilah cerita berasal, bagaimana suka dukanya mempertahankan sekolah yang sudah sangat rapuh ini berjalan. Riri berhasil memotret keadaan ini dengan sangat baik. Digambarkan perjuangan para guru sekaligus para murid yang berusaha sekuat tenaga agar sekolah ini tetap eksis. Dibumbui juga dengan beberapa kenakalan anak-anak dan problematikanya seperti First love ataupun hal2x mistis.
Ah gak mau berpanjang lebar dengan ceritanya ah, pasti temen2x juga dah pada nonton. Overall film ini aku kasih nilai 8/10 deh, why…. yuk liat
- pemilihan pemain anggota laskar pelangi udah lumayan , Cuma ada yang menurut aku kurang pas dikit. Yaitu akiong, tampangnya gedongan gak ngewakilin karakter yang dibukunya tionghoa miskin. Tapi karakter yang lain terutama si “BOY” mahar bagus banget .
- view nya bagus (9 deh buat yang ini) tnyata banyak ya tempat indah di indonesia.
- dari segi cerita lumayan ngikuti pakem bukunya sih, meski ada beberapa yang rasanya agak maksa dimasukin, misalnya adegan flo kabur Cuma +- 1 menit, kalo belum baca bukunya gw yakin pada nggak ngerti. Pak arfan di buku kan gak meninggal?? Dosa lho kalo ternyata orang aslinya masih hidup. Adegan karnaval yang kurang megah, n adegan cepat tepat yang agak melenceng-harusnya 100% pertanyaan dijawab lintang (versi buku).
- ini nih yang rusak ini film, karakter si tora. Udah karakter sempalan (gak ada di buku) aneh juga deh rasanya. Aktingnya maksa. Logat melayunya nyampur ma karakter bonaga (batak). Duh aduh 5 deh gara gara ini
- oh iya, kado dari aling kok jadi tempat makan ya?? Ada penjelasan dari miles??, secara buku itu kan benang merah ke seri2x laskar pelangi selanjutnya—sang pemimpi, endensor, dan maryamah karpov.
- Pesen moranya ini film jelas bgt n diulang2x pula, meskipun agak agak-agak dejavu ama adegan Penjara fachri n orang gila (film Ayat2x Cinta) yang mirip “Sabar dan Ikhlas, itu islam” di film ini jadi “hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk mengambil sebanyak-banyaknya” tapi worth lah, bagus!!!
- + pesan lainnya yang juga nampar itu ada di bagian akhir film ini “ tiap2 warga negara berhak memperoleh pendidikan-UUD 1945 pasal 30 ayat 1” gimana yah rasanya SBY abis nonton ini film???? Kalo aku mah malu tuh
Terakhir, menurutku ini film yang harus ditonton ama semua, ya anak2x, orang tua, guru , dan terutama para pejabat negara yang berkepentingan ma masalah pendidikan. N satu lagi, buat para pengurus pusat Muhammadiah, malu atuh film nie kan tentang sekolah milikmu kok ampe memperhatinkan gitu, kemana aja neh pengurusnya?? Apa terlalu sibuk berpartai????—no offense ah Peaceeeeeeeee
Agoes
Jakarta, 11 oktober 2008
Uncategorized | Comment (0)