MEMORY

May 5th, 2008

Assalamu’alaikum temen2x, akhirnya setelah sekian lama gak ngisi ini blog, dateng lagi deh secara tiba2x keinginan buat nulis lagi, gak tau kenapa tau2x pengen nulis aj. Syukurlah masih bisa.

            Saat menulis ini, jam 00 25 malam, secara gak sengaja terlintas memory lama tentang masa laluku. Semuanya membuat aku tersenyum-senyum sendiri ( udah agak2x miring kali ya-tapi moga aja belum). Tau gak kenapa???

            Setelah aku pikir2x semua yang terlintas tadi adalah hal buruk atau bisa dibilang hal yang tidak menyenangkan ketika dulu mengalaminya, tapi malah memory ini yang paling menonjol dan paling sulit aku lupakan.

            Ketika aku berfikir tentang masa kecilku, terlintaslah gambaran seorang anak yang serba kurang, ketika SD, uang sakuku per hari adalah Rp 50,-. Mungkin saat ini setara dengan Rp 500,-. Bisa dibayangkan dengan uang segitu aku bisa jajan apa?. Seringkali aku berpuasa jajan selama beberapa hari demi membeli barang yang aku idamkan, dan biasanya aku membeli komik petruk-gultom agency yang kala itu harganya Rp 150. ya dari dulu aku da abang ku memang penggemar setia komik petruk.

            Ketika SLTP, gambaran diriku lebih parah lagi, gak tau. Kalo mengingat-ingat masa SMP, yang aku igat adalah kelas 1, aku dipajang oleh guruku selama jam pelajaran bahasa Indonesia karena menulis dengan tinta merah. Ditampar Guru Matematika karena berantem, Dihukum guru Agama, berkelahi, dan macem2x yang jelek deh.

            Kenapa begini ya ? Memory jelek lah yang membekas di ingatan? Sedangkan memory bagus dari itu semua aku agak sulit mengingatnya. Apa temen2x mengalami hal yang sama??

            Mungkin ini yang dimaksud di Al Qur’an bahwa dibalik disetiap kesulitan ada kemudahan dan ayat ini diulang sampai 2x. “fa innama’al usyri yusro, innama’al usyri yusro”. Karena bila tidak ada kemudahan pun, hal2x yang menyulitkan tadi akan berubah menjadi memory yang manis yang menempel erat di kenangan kita bila kita sudah melewatinya.

            Nah, ketika aku membaca Tetralogi laskar pelangi yang merupakan kisah nyata perjalanan sang penulis yakni Si Ikal alias Andrea Hirata, terjawablah sebagian pertanyaan-pertanyaan ku diatas, karena didalam buku ini Andrea berhasil menceritakan kenangannya yang kebanyakan merupakan kenangan yang (pada saat kita mengalaminya) kurang menguntungkan.

            Si penulis sangat2x berhasil merubah kenangan2x kurang baik tadi menjadi memory yang manis, dimana setiap orang yang membaca otomatis akan membandingkan kenangan milik penulis dengan kenangan miliknya sendiri. Bermodalkan kenangan yang lebih buruk daripada kebanyakan orang, Andrea berhasil membawa para pembacanya menjadi berfikir lebih positif, lebih bersemangat, dan satu lagi yang pembaca (saya) rasakan setelah membaca Tetralogi ini adalah rasa malu, ternyata masih banyak yang lebih susah dari saya, ternyata saya telah menyia-nyiakan berbagai fasilitas yang diberikan Allah SWT kepada saya. Ternyata kesusahan saya dahulu belum apa2x dibandingkan yang dialami Bang Andrea.

            Balik lagi ke masalah kenangan, temen2x ngalamin juga gak sih?? Kenangan yang susah susah itu justru yang lebih diingat. So, mungkin pelajaran yang bisa aku dapat dari sini adalah, gak selamanya sesuatu yang datar, mudah, lurus, itu yang bagus, terkadang jalan menanjak, menurun, berbelok, dan semua hal yang menyulitkan itulah yang justru kita kenang, semakin banyak rintangan berarti akan semakin banyak kenangan manis yang menyertainya, so TETAP SHERMANGAT, PANTANG MENYERAH, TERUS MAJU PANTANG MUNDUR

Mungkin tulisan ini sebenarnya buat

Diriku sendiri deh, hehehe

Jakarta

4 Mei 2008

Agoes