In The Right Place
“All I want is for everything in the right place, so everyone is
happy. Is that to much to ask for?” (Dear Diary-Mocca)
Sepenggal lagu diatas mungkin mewakili permohonan berjuta2x manusia
di muka bumi ini, dan salah satunya adalah SAYA. Yah memang andaikata
semua sudah memiliki apa yang diinginkan, tentulah tidak akan ada
perang, tidak akan ada korupsi, pembunuhan dan lain2x karena setiap
orang sudah terpenuhi kebutuhannya. Kita akan berada di Dunia yang
indah sesuai dengan keinginan kita, semua sudah terpenuhi, tidak ada
iri dengki dari orang lain karena merekapun seperti kita, sudah
mendapatkan yang mereka inginkan.
Akan tetapi benarkah dunia seperti ini yang kita inginkan?? Dunia
tanpa keinginan, tanpa impian, karena semua sudah memiliki apa yang
diinginkan. Mungkin bumi pun akan berhenti berputar dikarenakan
masing2x bagian bumi telah menemukan posisinya masing2x yang paling
nyaman. Elektron2x tidak mau bergerak lagi dan akibatnya punahlah
energi listrik.
Yah, ternyata apabila saya fikirkan dalam2x, kehidupan ini adalah
himpunan dari berbagai macam ketidak seimbangan yang terus-menerus
bergerak menuju titik keseimbangannya. Inilah yang membuat kehidupan
ini hidup, membuatnya dinamis, si miskin berupaya sekuat tenaga untuk
bekerja dengan pengharapan kehidupan yang lebih baik, air terus
bergerak ke tempat yang lebih rendah karena ada perbedaan ketinggian.
Jadi apabila kehidupan ini telah mencapai titik yang idealnya,
tinggal menunggu satu kata, kehancuran. Karena apabila seorang
pendaki sudah mencapai puncak suatu gunung, yang tersisa adalah jalan
menurun dan menurun lagi.
Aku harus bersyukur dengan segala kekurangan dan kelebihan yang aku
miliki, bersyukur masih ada hal2x yang belum aku capai karena itulah
yang membuat aku hidup, juga hal2x yang telah kucapai. Bersyukur akan
kekurangan, karena akan ada tekad untuk memperbaiki. Bersyukur masih
punya mimpi2x yang belum tercapai, karena pada saat semua keinginanku
telah kugenggam, rasanya tidak ada gunanya lagi aku hidup.
Cikarang, 2 November 2007
Agoes
Uncategorized | Comment (1)