PEREMPUAN
Berbicara tentang perempuan, yang pertama terbayang oleh saya adalah sebuah makhluk maha sempurna yang entah kenapa membuat kaum adam seperti saya pasti mengagumi mahluk yang satu ini. kadang ingin saya mengkaji lebih dalam tentangnya.
Tokoh-tokoh besar dunia, pasti tidak akan pernah lepas dari sosok perempuan di belakangnya, jatuh bangunnya suatu kekuasaan seringkali disebabkan karena perempuanjuga. Bahkan Rasulullah sendiri tak bisa dilepaskan dari sosok Siti Khodijah, seorang perempuan tangguh yang berada dibelakang Rasul dimasa2x paling sulit da’wah Islam. Saya bahkan berkeyakinan jatuhnya Rezim Orde baru tahun 98 tak lepas dari telah meninggalnya Ibu Tien Suharto, yang meninggal beberapa tahun sebelumnya. karena setelah kepergian beliau, Orde Baru yang tadinya nyaris tak tersentuh mulai menampakkan sisi2x lemahnya.
Melihat pentingnya peranan makhluk yang satu ini, saya kok jadi miris dengan keadaan perempuan sekarang, dimana perempuan sendirilah yang seringkali merendahkan martabatnya. Contoh yang dekat mungkin bisa kita lihat di sekitar kita, bagaimana pelacuran bukan lagi disebabkan tuntutan ekonomi, tetapi lebih karena tuntutan gaya hidup. Kini industri mulai membidik kaum ini dengan pelecehan yang mungkin disebabkan si perempuan sendiri. kalau diperhatikan, banyak sekali iklan di TV yang menggambarkan bagaimana perempuan berusaha mati2xan dengan segala cara hanya agar disentuh lelaki, Betapa Mahalnya biaya bagi seorang perempuan demi mengejar sebuah PELECEHAN dari Laki2x.
Yang paling anyar mungkin masalah kontroversi pengiriman dara dari negara mayoritas Islam terbesar ini ke ajang pelecehan perempuan terbesar yang legal di dunia ini "Miss Universe". Disana para Miss diperlakukan bak barang yang hanya menilai perempuan hanya dari fisik semata, tiada beda dengan hewan, ular misalnya yang hanya dinilai dari belangnya saja. Bulshit yang mengatakan mereka dinilai dari faktor kecerdasan, mungkin memang kecerdasan juga berpengaruh, namun hanya ditempatkan di urutan kesekian. Mengapa saya berani mengatakan ini? bagaimana bukan ajang pelecehan terbesar, apabila ditengah panggung yang ditonton banyak mata, mereka diharuskan berbikini ria. menjadi "agak" wajar bila mereka ternyata harus berenang. tapi ini semata ditujukan untuk memuaskan mata para juri.
Saya sangat gembira ketika melihat kini banyak hadir para aktifis "pembela kaum perempuan" namun lagi2x saya kecewa, karena setelah saya cermati para feminis tersebut terjebak pada isu2x global yang kebanyakan adalah agenda dari barat, misalnya dalam isu HIV Aids, mereka justru mengkampanyekan save sex dengan kondom, itu berarti mentolelir free sex, padahal dalam banyak kasus akibat free sex perempuanlah yang paling banyak dirugikan. dan yang lebih mengherankan mereka menolak RUU APP yang bertujuan melindungi kaum perempuan. ah Dunia yang aneh.
Terlepas dari itu semua, Perempuan adalah makhluk yang mulia, bahkan dalam suatu hadits rasul mengkiaskan syurga berada dibawah telapak kaki ibu (perempuan). Jadi tinggi sekali kedudukan perempuan, sayang sekali jika tidak dijaga.
Smoga keadaan ini tidak berlangsung lama, sehingga perempuan2x Indonesia cepat tersadar dan rahim mereka kembali Subur untuk melahirkan Pahlawan2x yang bisa membimbing negeri ini keluar dari krisis multidimensi yang panjang ini. Semoga!!!
Cikarang, 8 aug 2006
Agoes
Uncategorized | Comment (0)INSPIRASI
Ketika menulis ini, saya sedang membayangkan seorang Iwan Fals yang sedang kebingungan karena tidak kunjung mendapat “inspirasi” untuk menulis, kala itu ia hendak menulis tentang cinta.
Namun kekeringan tadi tidak berdaya dihadapan sang maestro ini, karena cerita tentang keringnya ide itulah yang kemudian dia tuliskan dalam sebuah syair dan terangkai menjadi sebuah lagu. Lagu yamg ketika melihat judulnya, kita akan mengira isinya adalah sya’ir2x tentang cinta yang indah tentu saja, akan tetapi lagu ini dimulai dengan bait “Aku tak tau harus mulai dari mana??, aku tak tau harus menulis apa??”, ketika mendengarnya untuk pertama kali saya tertawa geli.
Nah rasa itulah yang kini saya rasakan, dimana sang inspirasi tak kunjung menghampiri, entah kenapa? Mungkin dia tengah menyambangi para penulis hebat sastrawan terkenal, seniman andal, atau……Ditambah lagi kondisi badan juga lagi gak fit, lengkap deh.., tapi masih ada satu alasan yang membuat saya masih mencoba, yaitu rasa ingin itu sendiri, gak tau deh Cuma modal itu aja bisa gak menghasilkan tulisan,
Jujur, mungkin inilah kata kunci saya kali ini, keluarkan saja apa yang ada di dalam hati, jangan terlalu berharap untuk sering2x didatangi inspirasi, karena ia ibarat burung yang bebas terbang dan hinggap dimana ia suka. Seringkali malah datang disaat kita tidak siap dan yang terjadi kemudian adalah inspirasi tersebut terbuang percuma.
Jadi beginilah….. ya dari pada saya bingung mau nulis apa, saya buat saja tulisan tentang kebingungan itu, karena saat ini perasaan itulah yang terasa. Bingung, jenuh, capek, ingin teriak, maki2x, frustasi, marah, dan semua yang saya juga gak ngerti kenapa. Agaknya semua perasaan ini ditujukan buat diri saya sendiri, kenapa gak bisa, kenapa gak mampu, coba kalo begini, coba kalo…, ah pusing!!!
Oh iya, dah masuk ramadhan neh, sayah minta maaf ya kalo ada salah. Dan semua kesalahan temen2x dah sayah maapin. Moga ramadhan kali ini bisa lebih baik dari ramadhan2x yang lalu. Biar pas diakhir ramadhan nanti kita nggak ngerasa tersindir oleh nasyidnya SP “tertatih aku mengejar bulan, mengais sisa-sisa ramadhan, terjatuh, terpuruk, dikeheningan”.
Cikarang, 17 Sept 2007
Agoes
Uncategorized | Comment (0)